May 16, 2016

Hello, Roadie! (Part 1)

You know what's sucks? It's Sunday and here I am, working! I spent all Saturday night by working and slept at 3 am. So, what the hell, I deserved a break.

Gonna write about our second road trip at March. It was soooo fun. We've been waiting for sometimes, sebagian besar karena nggak tega ninggal anak sendiri dalam jangka waktu yang cukup lama. Pffft, perks of being a parent. Akan tetapi akhirnya kita memutuskan untuk pergi juga, kebetulan ngabisin cuti tahun kemarin juga.

Mas Ro loves to drive. And I love singing aloud in our car. Sejak punya anak, privasi seakan menghilang. Mana bisa nyanyi-nyanyi Adele kenceng-kenceng (sambil mewek) lagi? (kecuali di kamar mandi, itu pun kalo si bocah nggak gedor-gedor pingin ikutan masuk... reality oh reality). Awalnya, kita pingin banget bisa ke Bangkok tahun ini. Karena suatu hal (*uhuk*budget*uhuk) akhirnya kita downgrade ke Singapore. Terus batal lagi. Hahaha.. jadinya road trip ke Yogya. Lagi? Iya, kemarin kan baru aja #YogyaSoloTrip, tapi road trip ini bedaaaaa. Karena yang penting adalah perjalanannya (dan temannya). Bukan tujuannya. (cue to mas Rangga #AADC2 hahaha).

Karena baru sekali ini keluar dari peradaban Sukabumi via ring road, jadi baru sekali ini juga lewat Tol Cipali. Panjang amat ya. Rasanya baru sekali ini lewat tol yang bayarnya sembilan puluh ribu *norak*. Perhentian pertama kita waktu itu adalah Cirebon. Penasaran sama yang namanya Nasi Jamblang. Sebagai turis yang baik dan mainstream, datanglah kita ke Nasi Jamblang Bu Nur yang terkenal itu. Rameeeeee banget tempatnya, sampai di parkirannya waktu itu ada tiga buah bis pariwisata. Mau makan juga ngantrinya ampun-ampunan deh.



Ternyata, nasi jamblang itu semacam nasi yang lauk pauknya bermacam-macam gitu yah. Baru ngeh. Entah kenapa bisa serame itu. Enak sih enak, tapi nothing special ah. Hehe, jangan ditimpuk ya! Tapi denger-denger sih ada nasi jamblang yang lebih enak dari Ibu Nur ini... coba ya kapan-kapan kesana..

Dari Cirebon kita menuju Tegal. Sampai Tegal masih kenyang sih, cuma masa nggak ke Sari Mendo kita? Akhirnya bela-belain mampir,,

Ini akhirnya ga abis lhooo.. hahaha..
Sebenernya suami udah bikin beberapa list tempat makan enak dan salah satunya adalah kepiting Gemes Pak Mamo di Pemalang. Tapi udah gak kuat banget perut ini, akhirnya yaudah.. kita lanjut aja sampai Yogyakarta.

Kita sampai ke Yogya sekitar jam 9 malam, dimana perjalanan dari Sukabumi dimulai dari jam 5 pagi. Emang nggak buru-buru juga sih, secara yang diincer dari road trip ini adalah perjalanannya yah, bukan tujuannya sekali lagi. Hotel kita di Yogyakarta, Tjokro Style, semacam budget hotelnya dari Grand Tjokro. Exceed expectation dong. We love it! Murah lagi.







So, that's it for Day 1. Let's continue tomorrow.. :)

To read our first road trip, click here.

Book Shopping Experience with belbuk.com

Kalau yang sudah lama baca blog saya (ecieee.. serasa seleb blog ya), atau yang sudah lama kenal sama saya, pasti tahu kalau saya ini suka sekali membaca. Dulu saya sempat membuat blogreview/ resensi buku, yang sekarang sudah tidak aktif lagi, apalagi sejak punya anak, hehe.. Tapi, sejak Zafran sekarang tambah besar dan sudah lebih mandiri, saya mulai membaca lagi, walaupun tidak bisa se-intense dulu ya, karena waktunya dibagi dengan kerjaan dan anak. Saya berharap sekali Zafran juga suka membaca, walaupun katanya hobi anak itu nggak bisa dipaksain ya, tapi saya mencoba mengenalkan buku sedari kini. Lagipula siapa yang nggak gemes sih sama buku anak? Gambarnya lucu-lucu, ceritanya enak dibaca, suka banyak diskon lagi. Saya bahkan lebih gemas sama buku mewarnai anak-anak dibanding coloring book yang sekarang lagi in itu.

Anyhow, kemarin pasti tahu kan ada pameran buku yang digadang-gadang pameran buku terbesar? Yang katanya diskonnya gila-gilaan dan jumlah buku yang dijual mencapai 40 kontainer? Gimana nggak ngiler pingin datang? Apalagi waktu weekend itu 24 jam lho bukanya. Tapi sayang, pada saat minggu terakhir pameran buku itu diadakan, Zafran baru saja sembuh dari tipes, dan saya sedikit takut kalau memberi aktivitas yang terlalu berat. Sedih sih, apalagi membayangkan bisa ngeborong buku-buku dengan diskon yang lumayan.

Demi menghapus rasa galau (eaaa), maka dipilihlah jalan termudah. Belanja online cencuuunyaaa.. Sekarang toko buku online kan banyak sekali ya bertebaran, dan banyak juga yang menawarkan diskon yang menarik. Saya tertarik dengan toko buku online yang sebelumnya saya belum pernah belanja disana. Namanya belbuk.com. Ketika saya kunjungi, ternyata koleksinya cukup lengkap lho, dari mulai fiksi yang saya suka, buku anak-anak, buku hobi seperti memasak dan crafting, bahkan hingga buku kuliah. Yang awalnya cuma mau belbuk (beli buku) buat mamahnya aja, jadi gemes beli buat Zafran juga, soalnya koleksi buku anak-anaknya dari mulai balita hingga remaja dibilang cukup lengkap.


Dan asyiknya, belbuk.com ini juga menyediakan diskon yang beragam. Buku yang saya beli ini di-diskon dari 10 hingga 15%. Lumayan ya? Kan #ibubijak harus irit-irit uang belanja juga yaaah.

Pelayanan belbuk.com ini dibilang cukup cepat juga, nggak sampai tiga hari dari pemesanan, buku yang dipesan sudah sampai ke tangan saya. Jadi nggak terlalu sedih juga yah nggak datang ke pameran buku terbesar itu.

Buat Zafran, saya lagi suka banget sama seri Dongeng Halo Balita keluaran Mizan. Ceritanya menarik, beragam, gambar-gambarnya bagus, nggak kalah sama buku anak import. Nah, di belbuk.com ini koleksi Dongeng Halo Balitanya lengkap. Seru banget deh, nanti kapan-kapan saya pasti beli buku disini lagi buat melengkapi koleksinya Zafran.


Salah satu buku yang saya belikan untuk Zafran. Gambarnya gemes yah?

Oke semua.. sekarang selamat membaca! J

May 02, 2016

Monday is always the hardest.

Nggak tahulah kalau buat wiraswasta, freelance, ibu rumah tangga, atau orang yang jam kerjanya nggak diatur di buku pedoman perusahaan, atau punya waktu kerja fleksibel. Atau orang-orang yang mengklaim amat sangat mencintai pekerjaannya sehingga katanya you don't feel like working. Beneran nggak sih seperti itu? Saya pernah baca artikel, lupa dimana, intinya walaupun kita melakukan pekerjaan yang kita cintai sekalipun, ketika kita berhubungan dengan pihak ketiga, baik itu client, atau vendor, tetap kita memegang suatu responsibility untuk memuaskan pihak tersebut. Misal, penulis, who claims (s)he loves writing a lot. Pada saat dia menghadapi deadline, atau tuntutan dari pihak penerbit, dia tetap dihadapkan pada tanggung jawab untuk memenuhi deadline tersebut. Jadi ya selalu ada rasa tanggung jawab dan kewajiban apapun pekerjaan itu. Bahkan istri konglomerat pun memiliki tanggung jawab dan kewajiban itu, ya nggak sik? (eh, tapi kalau jadi endorser atau buzzer gitu enak kali ya?)

Ada satu quote yang saya suka, "Only life lived for others is worthwhile". Albert Enstein yang bilang. Kadang saya stress dan tertekan, karena kok rasanya semua yang saya kerjakan itu demi orang lain. Malah sebenarnya kalau misalnya saya memikirkan diri saya sendiri saja, nggak usah tuh harus susah payah seperti ini. Tapi memikirkan berapa banyak orang yang terikat dengan saya, kok rasanya peran kita di dunia ini lebih besar ya dari hanya sekedar diri kita sendiri. Berguna untuk orang lain. 

Berat banget kayaknya ya? Ini adalah salah satu alasan saya belum mau punya anak lagi. Kalau nanti memang cuma bisa punya Zafran saja, ya sudahlah. Karena pekerjaan jadi ibu itu 24 jam 7 hari 1 minggu. Dan nggak bisa resign. Tanggung jawabnya tingkat tinggi.

Intinya, Monday is always the hardest. Apalagi kalo bocahnya ngintilin kemana-mana dan berderai air mata pas ditinggal pergi.