May 13, 2013

[What to do in Yogya?] Having Fun, Eating and Shopping.

Ke SunMor (Sunday Morning).

Tiap pagi di depan kampus UGM yang di Kaliurang itu ada semacam pasar kaget, tempat tenda-tenda makan sama tenda jualan beraneka ragam barang, dari mulai baju, sepatu, tas, rak sepatu, peralatan dapur, dll, dll. Banyak juga mahasiswa jualan nasi bungkus, barang second, lukisan foto, dan masih banyak benda-benda lucu lagi. Kalo tujuan kita sih buat nyari sarapan disana. Walaupun udah dikasih sarapan banana toast, tapi mana cukup ya buat seharian itu? =p Pilihannya jatuh ke nasi pecel telur dan es milo di salah satu tenda yang ada disana.


Selain itu, masih banyak pilihan lainnya dari mulai bubur ayam, lontong kari, lontong padang, ketoprak, dll, dll. Breakfast heaven!

Berburu Gudeg Wijilan.

Di Yogya ada sebuah jalan, namanya Jalan Wijilan yang merupakan sentra gudeg di kota itu. Sepanjang jalan, isinya gudeg melulu. Hasil googling, gudeg terenak yang ada disini namanya Gudeg Yu Djum, pusatnya ada di Kaliurang, cuma dia baru buka cabang di Wijilan. Harganya sedikit pricey, untuk nasi gudeg dengan dada ayam kampung Rp. 30.000,- per porsi, tapi enaaaaaaak! Enak seriusan, best gudeg I've ever had. So far.


Belanja Cokelat Monggo.
Coklat Monggo ini cokelat produksi Indonesia asli walaupun ternyata foundernya adalah bule dari Belgia. Rasanya nggak kalah sama coklat produksi luar seperti Delfi atau Cadbury. Untuk toko pusat dan pabrik terletak di Kota Gede, tapi karena lumayan jauh, kita cuma datang ke toko cabangnya yang ada di Tirtodipuran. Pingin sik maen ke pabriknya juga, karena bisa liat proses pembuatannya. Si Monggo ini juga baru buka outlet ketiganya di Paris Van Java Bandung, jadi nggak usah jauh-jauh ke Yogya.




Beli berbagai rasa dari mulai strawberry, mango, milk, macadamia, dan red chilli. Baru nyobain yang milk aja karena yang lain akhirnya dibagi-bagi, dan enak! Basicnya coklat Monggo ini dark chocolate, nggak terlalu manis, kecuali yang milk chocolate yang rasanya lebih manis.

Titik Nol Kilometer Yogya dan Benteng Vredeburg
Tentunya saya juga ke Malioboro dan Mirota Batik. Cuma karena waktu kesana lagi akhir minggu, dan banyak banget orang (lupa banget kalo sekarang lagi liburan akhir sekolah, huff), akhirnya nggak bisa menikmati sama sekali dan cuma inget dempet-dempetannya aja. Besok Seninnya, balik lagi ke Jalan Malioboro, cuma dari ujung yang berbeda.

Monumen Batik



Dulu udah pernah masuk ke Benteng Vredeburg dan sekarang pingin ngajakin suami, tapi tutup! Di Yogya ini banyak yang tutup hari Senin deh, Ullen Sentalu ini juga tutupnya hari Senin.

Lari di Mandala Krida.
Alhamdulillah niat baik lari selama liburan tercapai, nggak nyesel udah packing baju olahraga dan sepatu. Mandala Krida ini sebenernya oke deh, sayang banget kurang terawat. :(


Makan pizza di Nanamia Pizzeria.
Tempat makan pizza ini hits banget deh, jadi penasaran mau kesini, bela-belain sebelum cao ke Semarang. Lokasinya di Jalan Mozes Gatotkaca B.13 dan baru buka jam 12 siang. Inget ya, jam 12 siang! Saya sampai kesana jam setengah satu, dan masih harus nunggu pizzanya sekitar 25 menit karena oven kayunya masih dihangatkan. Dan sempet nyasar karena ada yang salah nge-tag lokasi di Maps jadi di belakang Plaza Ambarukmo. Duh, untung lokasi aslinya nggak jauh, letaknya di jalan belakang Yogyakarta Plaza Hotel yaa..


Thin crust pizzanya juara! Enaaaak seenak enaknya, duh, ada nggak sih yang jual pizza seenak ini disini? Saya pesan Pollo Funghi Medium yang isinya ada ayam dan jamurnya, dan Pepite di Polio, yaitu nugget dengan saos mayones. Nama menunya emang aneh-aneh, tapi ada deskripsi dan keterangan di bawahnya kok. Soal harga kurang lebih ampir sama dengan Pizza Hut. Selama saya dan suami makan, ada koki Italia bolak-balik dapur, cuma kurang jelas juga sih, apakah itu beneran kokinya atau aktor Italia yang disewa in the name of marketing. =p

Definitely will be back to Yogya! Mudah-mudahan next time bisa datengin pantai-pantai di Gunung Kidul yang terkenal cantiknya itu ya!

Bye bye Yogya!

No comments:

Post a Comment